<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Novi Munarianto</title>
	<atom:link href="http://novimunarianto.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novimunarianto.com</link>
	<description>taxes - marketing - entertainment</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 00:53:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Genta Collections</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=141</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=141#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 07:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/genta.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-142" title="genta" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/genta-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=141</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Activities</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=123</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=123#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:36:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/happy-salling1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-147" title="happy-selling" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/happy-salling1-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/side-job32.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-135" title="Pelatihan" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/side-job32-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=123</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Galan Collections</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=117</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=117#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/model.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-139" title="model" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/model-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/beskap.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-137" title="beskap" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/beskap-174x300.jpg" alt="" width="174" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/picture-077.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="Galan\'s Motor Trail" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/picture-077-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=117</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Galan Collections</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=112</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=112#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Galan in Action
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/mov00050.3gp">Galan in Action</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=112</wfw:commentRss>
<enclosure url="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/mov00050.3gp" length="1263780" type="video/3gpp" />
		</item>
		<item>
		<title>Antara Tanah Abang dan Tenjo.</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=103</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=103#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 13:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Voice of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa langkah saya keluar dari lobby kantor, kulihat jarum jam di tangan kiri ku menunjukkan angka setengah sembilan malam. Sesaat kemudian tiba-tiba Abang tukang ojek dengan motornya menghampiriku dan bertanya “Stasiun, Pak?”. Dengan cekatan dia segera mempersilahkan saya membonceng motornya sambil dia turunkan pijakan kaki di motor dengan kedua tumitnya. Saya pun segera membonceng ojek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/karcis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-105" title="karcis" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/karcis-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" align="left" /></a>Beberapa langkah saya keluar dari lobby kantor, kulihat jarum jam di tangan kiri ku menunjukkan angka setengah sembilan malam. Sesaat kemudian tiba-tiba Abang tukang ojek dengan motornya menghampiriku dan bertanya “Stasiun, Pak?”. Dengan cekatan dia segera mempersilahkan saya membonceng motornya sambil dia turunkan pijakan kaki di motor dengan kedua tumitnya. Saya pun segera membonceng ojek tadi berjalan pelan meninggalkan halaman kantor. Sesampainya di pagar depan kantor seorang wanita muda tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku. Di tangan kirinya terselip sebatang rokok yang menyala. Kejadian seperti ini adalah hal yang biasa ketika aku <span style="text-decoration: line-through;">terpaksa</span> kerja lembur hingga pulang agak malam. Dia tidak sendirian, tetapi mereka lebih dari seratus orang di sepanjang perjalanan dari kantorku ke setasiun Tanah Abang. Suasana hingar bingar dipinggiran jalan, disertai dentuman musik dangdut adalah pemandangan biasa di atas jam delapan malam di wilayah ini. Sebagian mereka laki-laki dan perempuan berjoged sambil menikmati minuman dalam sebuah botol yang dibungkus tas plastik warna hitam. Mereka bersuka ria penuh canda dan tawa, seolah tak ada beban apapun yang menghimpit persoalan hidup mereka. Mereka juga seolah tak peduli kalo malam itu adalah malam ke tiga di bulan Ramadhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sampai di stasiun segera ku keluarkan lembaran uang lima ribu rupiah untuk bayar ojek. Aku sedikit berlari menaiki tangga menuju loket penjualan tiket di stasiun, karena takut ketinggalan kereta. Tiket yang aku beli adalah kereta kelas tiga / ekonomi, jurusan Tanah Abang ke Tenjo seharga empat ribu rupiah. Entah di mana letak daerah Tenjo itu, yang jelas kereta ini akan berhenti di Stasiun Pondok Ranji tempat aku turun. Segera aku menuju ke jalur lima dan kereta sudah menunggu. Sebelum aku naik selalu aku bertanya ke salah satu penumpang yang ada di dalam, “Pak, jurusan Serpong ya?” Bapak itupun menganggukkan kepala. Dalam cahaya lampu yang temaram aku berjalan di lorong gerbong mencari tempat duduk yang masih ada. Baru saja saya duduk, dari ujung gerbong terdengar alunan instrument lagu yang dimainkan oleh tiga orang pengamen setengah baya. Mereka dengan piawai memainkan alat musiknya masing – masing yaitu gitar, biola, dan bass. Tak ketinggalan para pedagang asongan berlomba-lomba menawarkan barang dagangan mereka dengan caranya masing-masing. Sangat beragam barang dagangan yang dijajakan, mulai dari tahu sumedang, aksesoris penjepit rambut, sarung handphone, minuman kaleng, buah-buahan, rokok, permen, buku-buku, alat tulis, koran, hiasan dinding, mainan anak-anak, dan masih banyak lagi. Dengan wajah memelas beberapa anak kecil berjalan jongkok membersihkan lantai gerbong dan di bawah tempat duduk kereta, sambil sesekali menadahkan tangannya meminta uang untuk makan. Seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun berjalan beriringan depan dan belakang dengan Bapaknya yang tuna netra menyanyikan karaoke lagu dangdut, sambil menyodorkan karton bekas teh kotak ke setiap penumpang kereta. Di belakangnya tampak anak bayi yang tertidur lelap dalam gendongan ibunya yang berjalan sambil menengadahkan tangannya meminta belas kasihan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tiba-tiba seorang nenek duduk di sampingku. Dia kelihatan tua sekali, mengenakan baju kebaya berwarna putih yang sudah lusuh , kain batik yang sudah mulai memudar, berkerudung warna coklat, dan bersendal jepit. Dengan penasaran aku bertanya, &#8221; Mau kemana, Mak?&#8221; Dia menjawab dengan ramah dan sedikit parau, &#8221; Mau ke Tenjo, Nak.&#8221; Aku pun hanya mengangguk, beberapa saat lewat seorang pedagang kue. Dengan sedikit ragu aku tawarkan kepada Nenek itu, &#8220;Mak, mau kue?&#8221; Tetapi dia menggelengkan kepala sambil berucap, &#8220;Terima kasih, Nak.&#8221; Kereta pun mulai bergerak meninggalkan stasiun, dan aku pun menyudahi pembicaraan dengan Nenek tadi karena suara di gerbong sangat berisik. Seorang pedagang rokok dihentikan oleh Nenek dan sambil mengeluarkan uang ribuan untuk membeli permen. Belum begitu lama, Nenek tadi kembali menghentikan pedagang asongan dan kali ini dia membeli segelas aqua dan langsung diminumnya. Belum habis dia minum, seorang pedagang buah dihentikan lagi dan setelah tawar menawar dia membeli buah mangga seharga sepuluh ribu rupiah. Kereta berhenti di stasiun Palmerah, seorang pedagang buku-buku bahasa inggris dan terjemahannya sambil berjalan menaruh contoh-contoh bukunya di pangkuan para penumpang. Rupanya Nenek disampingku oleh pedagang buku dilewatinya. Dengan sedikit berteriak Nenek tadi memanggil pedagang buku,  &#8220;Jang, ada kamus bahasa inggris?&#8221; Memang aku lihat pedagang itu membawa satu buah kamus yang begitu tebal.  Dengan jawaban sekenanya pedagang tadi bilang, &#8220;Mahal,  Mak.&#8221;  Rupanya Nenek tadi terus menanyakan harganya, &#8220;Berapa?&#8221; Pedagang tadi hanya tersenyum sambil berlalu. Kereta pun mulai bergerak meninggalkan stasiun Palmerah, dengan rasa ingin tau nenek tadi bertanya kepadaku, &#8220;Nak, tadi kamus bahasa inggris atau bukan, sih?&#8221; Karena aku tadi melihat sampulnya kujawab, &#8220;Iya, betul Mak.&#8221; Rupanya Nenek tadi ingin sekali membelikan buat cucunya yang duduk di kelas dua SMA. Pedagang tadi melintas di depan aku, Nenek pun kembali bertanya, &#8220;Berapa Jang, harga kamusnya?&#8221; Akhirnya pedagang tadi menjawab sambil berlalu, &#8220;Tiga puluh lima ribu, Mak.&#8221; Nenek pun kembali menyahut, &#8220;Dua puluh ribu yah?&#8221; Pedagang tadi pun menoleh, &#8220;Udahlah Mak, dua puluh lima ribu nih.&#8221; Dengan wajah yang berbinar Nenek tadi mengeluarkan uang sejumlah tersebut dari dalam dompetnya. Belum sempat aku mengungkapkan rasa kagumku sama Nenek tadi, kereta sudah sampai di stasiun Pondok Ranji, dan aku pun segera turun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kupanasi sepeda motorku sambil aku mengenakan jaket dan helm. Sepanjang perjalananku dari stasiun ke rumah tak habis pikir begitu banyak kenyataan hidup yang aku lihat di Jakarta ini hanya dalam tiga puluh menit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=103</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>63 tahun Indonesia Merdeka</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=98</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=98#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 11:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Voice of Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Maafkan saya,&#8230;. wahai Pejuang Bangsa Indonesia. Saya terlena dengan hiruk pikuk perayaan 17 Agustus. Saya tidak lagi mengikuti upacara hari kemerdekaan selama 5 (lima) tahun terakhir. Saya sedang bersenda gurau dan tidak tahu kalau saat itu sedang berlangsung detik - detik proklamasi. Saya belum pernah bercerita sedikitpun tentang kemerdekaan kepada anak saya yang sudah berumur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Maafkan saya,&#8230;. wahai Pejuang Bangsa Indonesia. Saya terlena dengan hiruk pikuk perayaan 17 Agustus. Saya tidak lagi mengikuti upacara hari kemerdekaan selama 5 (lima) tahun terakhir. Saya sedang bersenda gurau dan tidak tahu kalau saat itu sedang berlangsung detik - detik proklamasi. Saya belum pernah bercerita sedikitpun tentang kemerdekaan kepada anak saya yang sudah berumur 6 (enam) tahun. Saya sudah tidak hapal lagi tentang nama - nama Pahlawan Nasional. Saya tidak pernah menurunkan bendera ketika malam datang, dan saya biarkan sang saka merah putih berkibar di tengah gelapnya malam di depan rumahku. Saya lebih memikirkan urutan syair lagu kebangsaan daripada menjiwai isi yang terkandung di dalamnya ketika menyanyikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, maafkan saya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=98</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>IKASTARA</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=71</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=71#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 13:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[
Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/ikastara3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-78" title="ikastara3" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/ikastara3.jpg" alt="" width="198" height="152" /></a><br />
Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=71</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STAN &#8216;93 Community</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=42</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=42#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 01:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lead Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[
STAN &#8216;93 Community adalah wadah para alumni STAN Jurusan Akuntansi yang masuk pada tahun ajaran 1993. Ini terbentuk dari kesadaran segelintir alumni yang merasa bahwa sejak di bangku STAN hingga bekerja, belum dapat berbuat banyak. Melalui wadah ini mereka ingin memberikan karya yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mereka bersinergi sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/logo-stan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-67" title="logo-stan1" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/logo-stan1-300x109.jpg" alt="" width="300" height="109" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">STAN &#8216;93 Community adalah wadah para alumni STAN Jurusan Akuntansi yang masuk pada tahun ajaran 1993. Ini terbentuk dari kesadaran segelintir alumni yang merasa bahwa sejak di bangku STAN hingga bekerja, belum dapat berbuat banyak. Melalui wadah ini mereka ingin memberikan karya yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mereka bersinergi sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk mewujudkan impian.  Mereka curahkan segenap kemampuan yang dimiliki, bersatu padu, bekerja tanpa kenal lelah,  karena tekad yang kuat agar dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Mereka ingin berbagi dengan  apa yang mereka miliki selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/4553.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-94" title="4553" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/08/4553.jpg" alt="" width="270" height="202" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun tidak tahu persis kapan wadah ini terbentuk, tetapi yang jelas sudah ada kegiatan yang pernah dilakukan oleh ikatan ini. Pada tanggal 27 Juli 2008 STAN &#8216;93 Community melalui Bidang Sosialnya ( STAN Peduli ) mengadakan outbond bersama anak-anak yatim piatu. Tema yang diusung dari kegiatan ini adalah &#8220;Sahabat Alam&#8221;. Sebanyak kurang lebih 160 orang terdiri dari Alumni beserta keluarga dan anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan di daerah Menteng dan Bekasi, mereka datang di Bella Campa - Gadog, Bogor. Dalam acara tersebut STAN &#8216;93 Community menyerahkan buku-buku kepada anak-anak yatim piatu dengan harapan dapat menumbuhkan minat baca mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/1371.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-129" title="Tanam Pohon" src="http://novimunarianto.com/wp-content/uploads/2008/09/1371-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan Perayaan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2008, STAN &#8216;93 Comunnity kembali menunjukkan kepeduliannya. Dengan tema acara &#8220;Back 2 Campus&#8221; mereka melakukan aksi berupa penanaman pohon di sekitar Kampus STAN Jurangmangu Tangerang. Mereka ingin mendukung program penanaman sejuta pohon disamping prihatin melihat kondisi lingkungan di kampus. Semoga kegiatan ini bisa membuat lebih hijau lingkungan kampus, sehingga dapat menunjang suasana perkuliahan lebih nyaman dan asri.</p>
<p style="text-align: justify;">Maju terus STAN &#8216;93 Comunnity..!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=42</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Perlakuan PPN atas Jasa Iklan Layanan Masyarakat</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=22</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=22#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 03:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Financial and Taxes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : 123/ABCD/2008 tanggal 22 Mei 2008, perihal Permohonan Surat Penjelasan Perlakuan PPN atas Jasa Iklan Layanan Masyarakat di Media Televisi, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Berdasarkan surat Saudara dan dokumen – dokumen yang disertakan disampaikan bahwa :
a. Perusahaan Saudara PT GBS terikat kontrak dengan salah satu Departemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : 123/ABCD/2008 tanggal 22 Mei 2008, perihal Permohonan Surat Penjelasan Perlakuan PPN atas Jasa Iklan Layanan Masyarakat di Media Televisi, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>1. Berdasarkan surat Saudara dan dokumen – dokumen yang disertakan disampaikan bahwa :</p>
<p>a. Perusahaan Saudara PT GBS terikat kontrak dengan salah satu Departemen RI Nomor : 56.7/EFGH/2008 untuk Melaksanakan Pekerjaan Pengadaan Produksi dan Penayangan Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Sumber dana akan dibayarkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) atas beban Daftar Isian Pengeluaran Anggaran (DIPA).</p>
<p>b. Ruang lingkup pekerjaan dalam Kontrak Jasa tersebut adalah melakukan kegiatan Produksi dan Penayangan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) di media televisi swasta dan nasional.</p>
<p>c. Menurut Saudara pekerjaan tersebut seharusnya tidak dikenakan PPN sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 143 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang Jenis Barang dan Jasa yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Pasal 5 huruf h Kelompok Jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai adalah “ Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan”</p>
<p>e. Saudara minta Surat Penjelasan Perlakuan PPN atas kegiatan tersebut.</p>
<p>2. Ketentuan Pajak Pertambahan Nilai yang terkait dengan permasalahan dimaksud adalah sebagai berikut :</p>
<p>a. Pasal 4A ayat 3 huruf h Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 antara lain mengatur jenis jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai yaitu jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan.</p>
<p>b. Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tentang Jenis Barang dan Jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai antara lain mengatur:</p>
<p>(1) Pasal 5 huruf h menyebutkan Kelompok Jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai adalah jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan.</p>
<p>(2) Pasal 12 menyebutkan jenis jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf h adalah jasa penyiaran radio atau televisi yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah atau Swasta yang bukan bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial.</p>
<p>c. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-29/PJ.5/1989 tanggal 28 Juni 1989 tentang PPN atas Usaha Periklanan yang merupakan penyampaian Surat Direktur PPN dan PTLL Nomor : S-539/PJ.32/1989 tentang PPN atas Usaha Periklanan, dalam butir 5 surat tersebut ditegaskan bahwa dalam hal terjadi pemuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) oleh Mass Media yang bersangkutan atau dibiayai oleh sponsor tertentu asalkan identitas atau kepentingan sponsor tidak diungkapkan dalam iklan dan dana yang tersedia oleh sponsor tersebut benar-benar sebesar biaya yang diperlukan untuk membuat ILM dimaksud sehingga Mass media yang bersangkutan tidak memperoleh keuntungan dari pemasangan ILM tersebut, maka atas pemuatan ILM dalam Mass Media tersebut tidak terutang PPN.</p>
<p>3. Berdasarkan uraian di atas dengan ini disampaikan bahwa :</p>
<p>a. Jasa penyiaran yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai adalah</p>
<p>· jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan yaitu jasa penyiaran radio atau televisi yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah atau Swasta yang bukan bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial, dan</p>
<p>· dalam hal terjadi pemuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) oleh Mass Media yang bersangkutan atau dibiayai oleh sponsor tertentu asalkan identitas atau kepentingan sponsor tidak diungkapkan dalam iklan dan dana yang tersedia oleh sponsor tersebut benar-benar sebesar biaya yang diperlukan untuk membuat ILM dimaksud sehingga Mass Media yang bersangkutan tidak memperoleh keuntungan dari pemasangan ILM tersebut.</p>
<p>b. Penyerahan Jasa Penayangan Informasi melalui Iklan Layanan Masyarakat di media televisi sepanjang memenuhi ketentuan huruf a di atas tidak terutang Pajak Pertambahan Nilai.</p>
<p>Demikian untuk dimaklumi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=22</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah, Pindah, dan Pindah Lagi</title>
		<link>http://novimunarianto.com/?p=19</link>
		<comments>http://novimunarianto.com/?p=19#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 03:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Financial and Taxes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novimunarianto.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[
“Kami mohon maaf laporan pajak Bapak tidak dapat diterima di sini”, kata seorang petugas di tempat Pelayanan salah satu KPP Pratama di Jakarta. Dengan penuh heran dan hampir tak percaya Bapak tersebut bertanya,”Lho, knapa?”.
Rasanya sepenggal percakapan ini sering terjadi di beberapa KPP di Jakarta. Karena sejak tanggal 7 April 2008 beberapa banyak Wajib Pajak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="text-align: justify;">“Kami mohon maaf laporan pajak Bapak tidak dapat diterima di sini”, kata seorang petugas di tempat Pelayanan salah satu KPP Pratama di Jakarta. Dengan penuh heran dan hampir tak percaya Bapak tersebut bertanya,”Lho, knapa?”.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya sepenggal percakapan ini sering terjadi di beberapa KPP di Jakarta. Karena sejak tanggal 7 April 2008 <span style="text-decoration: line-through;">beberapa</span> banyak Wajib Pajak yang dipindahkan ke KPP Madya dari KPP Pratama. Wajar kalau mereka kaget dan heran, karena sosialisasi yang dilakukan DJP justru dilaksanakan setelah dipindahkannya Wajib Pajak tersebut. Belum lagi adanya tragedi perubahan Peraturan, padahal Peraturan terdahulunya belum sempat dijalankan dalam rangka masa transisi. Sehingga sosialisasi yang dilakukan beberapa KPP Madya hanya merupakan ajang keluhan Wajib Pajak saja. Implikasi kepindahan mereka secara mendadak berdampak cukup serius dalam kegiatan usaha yang mereka jalankan. Mereka harus mengubah kembali semua dokumen perusahaan, padahal kita tau dokumen yang diganti belumlah kering cetakan tintanya karena mereka baru saja mengganti menjadi KPP Pratama. Kontainer tertahan di Bea Cukai karena perbedaan NPWP pada saat pengurusan impor dengan pengeluaran barang. Belum lagi pekerjaan tambahan terkait penerbitan faktur pajak standar, bukti potong, migrasi data yang belum beres, muncul tunggakan baru, berkas yang tercecer, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Setelah ini, kami mau dipindahin kemana lagi, Pak?” tanya salah seorang Wajib Pajak di KPP Madya. “Saya juga tidak tau, Pak”, jawab seorang Account Representative. Jawaban yang sangat naif bagi seorang petugas pajak, tapi sekaligus jawaban yang sangat jujur dan sangat masuk akal. Jika Wajib Pajak menyatakan bahwa modernisasi di DJP terkesan sporadis dan belum adanya konsep yang matang memang ada benarnya. Sebaliknya pihak DJP menganggap bahwa proses tersebut sudah dipikirkan dengan terencana dan sangat matang. Jadi tak ada gunanya kita bahas persoalan ini, lebih baik kita fokus kepada penyelesaian proses transisi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga repotnya mengurus dokumen kepindahan perusahaan mereka terbayar dengan pelayanan yang lebih baik di KPP Madya. Marilah kita bersama kembangkan proses berpikir yang positif dalam rangka kesetaraan Wajib Pajak dan Aparat DJP.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novimunarianto.com/?feed=rss2&amp;p=19</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
